BLORA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam membina karakter generasi muda. Menjelang pergantian tahun 2025, LDII Blora menggelar pengajian akhir tahun serentak yang dipusatkan di enam titik lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Blora.


Keenam lokasi tersebut meliputi wilayah Japah, Randublatung, Blora Kota, Jepon, Cepu, dan Tunjungan. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari remaja putra dan putri dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) di tiap wilayah.

Ketua DPD LDII Kabupaten Blora, H. Joko Ahmad Siswanto, SE, menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan wadah positif bagi para remaja. Tujuannya adalah menghindarkan generasi muda dari euforia malam pergantian tahun yang berlebihan dan cenderung negatif.

“Kami ingin memastikan para remaja LDII tetap berada dalam lingkungan yang terjaga. Daripada mereka turun ke jalan dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, kami arahkan untuk mengaji, introspeksi diri, dan memperkuat kerukunan,” ujar H. Joko Ahmad Siswanto dalam keterangannya.

Gandeng Kepolisian untuk Pembinaan Kamtibmas
Menariknya, di beberapa titik lokasi pengajian, panitia juga menghadirkan pemateri dari unsur Kepolisian setempat (Polsek). Kehadiran petugas kepolisian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam materinya, pihak kepolisian memberikan pembekalan mengenai bahaya narkoba, etika berlalu lintas, hingga pentingnya menjauhi kenakalan remaja. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter remaja yang tidak hanya religius, tetapi juga sadar hukum dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

“Sinergi dengan kepolisian ini sangat penting agar anak-anak muda kita memiliki wawasan yang luas tentang hukum dan keamanan. Kami ingin mereka menjadi pionir dalam menciptakan ketertiban di lingkungannya masing-masing,” tambah H. Joko.

Acara yang berlangsung hingga dini hari ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pengajian Alquran dan Al-Hadist, penyampaian materi kemandirian, hingga ramah tamah untuk mempererat tali silaturahmi antar-remaja.

Leave a Reply